OBJEK WISATA GUNUNG GALUNGGUNG


Ketinggian 2.167 m
Lokasi Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 
Koordinat 7.25°LS-7°15'0"LS; 108.058°BT-108°3'30"BT
Geologi 
Jenis Stratovolcano 

Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari sentra kota Tasikmalaya. Terdapat beberapa daya tarik wisata yg ditawarkan antara lain obyek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas tidak lebih lebih 120 hektare di bawah pengelolaan Perum Perhutani. Obyek yg lainnya seluas tidak lebih lebih 3 hektar berupa pemandian air panas (Cipanas) lengkap dengan fasilitas kolam renang, kamar mandi dan bak rendam air panas. Gunung Galunggung mempunyai Hutan Montane 1.200 - 1.500 meter dan Hutan Ericaceous > 1.500 meter.

Letusan Gunung Galunggung
 Gunung Galunggung tercatat sempat meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui di bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menawarkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang timbul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yg sangat panas, abu halus, awan panas, dan lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.
Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894. Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yg menghasilkan awan panas. Lalu tanggal 27 dan 30 Oktober, terjadi lahar yg mengalir pada alur sungai yg sama dengan lahar yg dihasilkan pada letusan 1822. Letusan hari ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah roboh alasannya tertimpa hujan abu. Letusan Galunggung 1982, disertai petir Pada tahun 1918, di awal bulan Juli, letusan berikutnya terjadi, diawali gempa bumi. Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5 mm yg terbatas di dalam kawah dan lereng selatan. Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah dengan tinggi 85m dengan ukuran 560x440 m yg kemudian dinamakan gunung Jadi. Letusan terbaru terjadi pada tanggal 5 Mei 1982 (VEI=4) disertai bunyi dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berjalan selagi 9 bulan dan selesai pada 8 Januari 1983. Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang-orang meninggal, sebagian besar alasannya sebab tidak eksklusif (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar Rp 1 milyar dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni. Letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari. Perubahan peta wilayah tersebut lebih tidak sedikit dikarenakan oleh terputusnya jaringan jalan dan ajaran sungai dan areal perkampungan dampak melimpahnya ajaran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir. Pada periode pasca letusan (yaitu sekitar tahun 1984-1990) merupakan masa rehabilitasi tempat bencana, yaitu dengan menata kembali jaringan jalan yg terputus, pengerukan lumpur/pasir pada beberapa ajaran sungai dan saluran pengairan (khususnya Cikunten I), kemudian dibangunnya check dam (kantong lahar dingin) di daerah Sinagar sebagai 'benteng' pengaman melimpahnya banjir lahar dingin ke tempat Kota Tasikmalaya. Pada masa tersebut juga dilakukan eksploitasi pemanfaatan pasir Galunggung yg dianggap berkualitas untuk bahan material bangunan maupun konstruksi jalan raya. Pada tahun-tahun kemudian hingga dikala ini perjuangan pengerukan pasir Galunggung tersebut terus berkembang, bahkan pada awal perkembangannya (sekitar 1984-1985) dibangun jaringan jalan Kereta Api dari dekat Station KA Indihiang (Kp. Cibungkul-Parakanhonje) ke check dam Sinagar sebagai jalur khusus untuk mengangkut pasir dari Galunggung ke Jakarta. Letusannya juga membikin British Airways Penerbangan 9 tersendat, di tengah jalan.

Gunung Galunggung sebagai obyek wisata 
Kebanyakan pengunjung obyek wisata Galunggung merupakan wisatawan lokal, sementara wisatawan dari mancanegara tetap di bawah hitungan 100 orang-orang rata-rata per tahun. Rata-rata wisatawan dalam maupun luar negeri yg berkunjung ke Gunung Galunggung berjumlah 213.382 orang-orang per tahun. Melihat potensi daya tarik yg mungkin digali, dan posisi geografis yg lumayan strategis, dan mempunyai kekhasan dari keadaan alamnya obyek wisata Gunung Galunggung lumayan potensial untuk dipasarkan terhadap wisatawan mancanegara. Namun obyek wisata tersebut belum dikemas dalam paket wisata yg profesional. Sejarah Letusan Gunung Galunggung yg Mendunia Gunung Galunggung, Tasikmalaya-Garut, Jawa Barat, terbaru kali meletus pada 5 April 1982 hingga 8 Januari 1983. Saat itu menghasilkan cendawan tinggi berwarna hitam. Ketinggiannya diperkirakan mencapai ketinggian 10 kilometer. Kepala Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Jabar, A Djumarma Wirakusumah, membicarakan letusan Gunung Galunggung menyebabkan pesawat terbang British Airways melakukan pendaratan darurat di Jakarta. Hal tersebut dilakukan alasannya salah satu mesin jetnya ada yg mati dampak kemasukan abu vulkanik. “Gunung Galunggung (letusannya) juga mendunia, alasannya mengganggu pesawat kan,” kata Djumarma dikala ditemui di sela Seminar Geologi, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/2/2012). Waktu Gunung Galunggung meletus pada 1982, kenang Djumarma, dirinya baru saja menjadi PNS sebagai staf Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Saat itu tidak sedikit PNS yg eksklusif diterjunkan untuk menanggulangi letusan Gunung Galunggung. Letusan Gunung Galunggung pada 1982 itu terbukti tergolong besar dan lama, yakni hingga 9 bulan. Letusannya menghancurkan kubah lava yg terbentuk semenjak terbaru kali meletus pada 1918. Akibat letusan, muncullah air yg membentuk danau. Adanya danau ini membikin efek bahaya letusan tersendiri. Jika Gunung Galunggung meletus, air danau yg terjadi pada 1956 lalu mempunyai air 7,8 juta ton meter kubik itu akan mendidih alasannya dipanaskan lahar yg berada di bawahnya. Diperkirakan, lahar yg berada di sekitar danau mencapai 8,9 juta ton meter kubik akan panas. Berdasarkan pengalaman letusan di Gunung Kelud pada 1919 yg menewaskan 3.000 orang. Gunung Kelud mempunyai danau yg airnya menjadi mendidih alasannya material mengakibatkan letusan. Sehingga pascaletusan 1982, mulai dilakukan proses pengurangan air danau dengan dibuatnya terowongan air yg membuang air danau ke Sungai Cikunir. Lanjut Djumarma, pihaknya telah melakukan simulasi berdasarkan perkampungan di sana, volume dihitung, kecepatan gerak, kemiringn lereng, semua berkaitan dengan daya jangkau lahar apabila terjadi letusan. Kesimpulannya, apabila volume air di danau Gunung Galunggung 7,1 juta ton meter kubik, jadi jarak lahar panas akan menjangkau 5,5 kilometer. Jika volume air 2,9 juta ton meter kubik jangkauan mencapai 2,7 kilometer, dan apabila volumenya tidak lebih dari 1 juta ton meter kubik, nyatanya jangkauan letusan hanya hingga 1,9 kilometer. “Menurut data 1996, perkampungan terdekat dengan Gunung Galunggung jaraknya 2,1 kilometer. Tetapi sekarang volume air tentu tidak sama dengan dulu. Endapan materialnya mampu lebih besar,” ungkapnya. Namun, belum diketahui tahapan status yg terjadi dikala letusan 1982. Pasalnya, waktu itu penghitungan dilakukan dengan cara manual. Berbeda dengan dikala ini yg mempunyai alat-alat hebat untuk mengukur aktivitas gunung berapi. Kronologi letusan dilakukan berdasarkan pantauan warga terutama aparat desa yg memberi tau laporan ke Badan Geologi. Saat itu laporan terjadinya gejala letusan Gunung Galunggung mulai terjadi semenjak Oktober 1981 hingga Januari 1982. Dalam empat bulan sebelum ledakan dikala itu, telah terjadi gempa. Pada April 1982 suasana di Cipanas (puncak) telah terjadi beberapa kali getaran. Jalanan menuju puncak juga tampak bekas tembakan-tembakan vulkanik yg berceceran. Sedangkan suasana di sekitar gunung juga terasa panas. “Dua hari sebelum meletus, ada petugas kami yg mengontrol gunung. Ternyata di sana telah timbul asap. Maka esoknya (5 April), meletus,” tuturnya. Proses terjadinya Gunung Galunggung sebetulnya terjadi semenjak 4.000 tahun lalu. Pembentukan gunung api tersebut berawal dari letusan besar dari Gunung Guntur (kini namanya Galunggung). Djumarma menuturkan, pihaknya telah melakukan pemetaan geologi gunung api Galunggung dengan sumber dari material Gunung Galunggung semacam bebatuan dampak letusan 1981-1982. Dari material tersebut, pihaknya sukses menemukan urutan pembentukan Gunung Galunggung. “Dulunya Gunung Galunggung merupakan Gunung Gede yg puncaknya Kawah Guntur. Ini beda dengan Gunung Gede di Garut ya,” tuturnya. Kawah Guntur merupakan tempat magma. Di kawah tersebutlah berjalan pembentukan lapa atau lahar Galunggung, tergolong pembentukan awan panas apabila nantinya meletus. Pada 4000 tahun lalu, terjadi pelencengan magma ke Kawah Guntur hingga melenceng ke tahap timur tenggara. Selain itu, terjadi retakan di tahap atas tubuh Gunung Galunggung. Akibatnya terjadi longsor yg sangat besar hingga mengalir ke timur tenggara. Longsoran vulkanik tersebut membikin Kawah Guntur menjadi menjorok keluar. Hal itu membikin letusan hingga membentuk awan panas. “Longsor yg membentuk magma ke arah timur tenggara itu membentuk Perbukitan Sapuluhrebu yg berada di Tasikmalaya. Orang Tamsikmalaya sendiri tidak kenal Perbukitan Sapuluhrebu, mereka hanya menyebutnya pasir-pasir (bukit),” terangnya. Setelah terbentuknya Perbukitan Sapuluhrebu, material kering yg turun melalui lereng tebing dan terjal ke daerah kaki gunung menyebar ke kiri dan kanannnya hingga membentuk bukit-bukit kecil yg tingginya antara 30-40 meter. Bukit-bukit tersebut jumlahnya sangat banyak, jaraknya aekira 27 kilometer dari puncak dan berjajar hingga Cipatujah, Tasikmalaya. “Itulah kekerabatan gunung api Galunggung dengan Perbukitan Sapuluhrebu yg terjadi semenjak 4.000 tahun lalu,” terangnya. (kem)

CERITRA MISTIK DIBALIK MELETUSNYA GUNUNG GALUNGGUNG 1982
40 cangkir kopi buat galunggung DAUN hanjuang dan bambu kuning dikala ini menghiasi tidak sedikit rurmah penduduk Tasikmalaya. Dengan pajangan itu mereka berupaya meredakan kemarahan Gunung Galunggung. Menurut cerita, bambu kuning merupakan senjata yg dipakai Raja Galuh ketika mengalahkan Raja Galunggung. Sedang daun hanjuang -- bentuknya serupa dengan pandan dan berwarna hijau kemerahan -- dianggap penjelmaan kujang emas (senjata orisinil Pajajaran) yg ditanam Raja Galunggung. Kedua kerajaan ini, Galuh dan Galunggung, terbukti dikenal dalam sejarah Pasundan. Syahdan, dalam pertempuran antara kedua raja itu -- entah kapan pula terjadinya -- Raja Galunggung terluka. Dia lari menyembunyikan diri, bertapa ke sebuah gunung terdekat. Dan dirinya sempat bersumpah "akan menuntut balas," demikian cerita Abu Sachrim, 56 tahun, juru-kunci sebuah pertapaan yg terletak di sebelah utara puncak Gunung Galunggung. Raja inilah yg dikala ini disebut sebagai mBah Galunggung. Banyak orang-orang percaya, gunung di Tasikmalaya itu meletus alasannya mBah Galunggung marah, hingga butuh "ditangkis" dengan memasang bambu kuning dan daun hanjuang. Menurut Abu Sachrim, sempat tujuh orang-orang datang bertapa di puncak Galunggung. Setelah tiga bulan, para petapa itu menemukan enam keris pusaka milik Raja Galunggung. Mereka mengambil dan mengangkat berangkat keris itu. Kemudian terjadilah letusan pertama Galunggung, 5 April. Merasa bersalah, para pertapa itu mengembalikan keris itu ke tempat ditemukannya. Ternyata gunung itu tetap murka".Letusan Galunggung, berturut-turut selagi empat bulan, membangkitkan beberapa "teori" aneh. Misalnya Aki Saftan, pakar kebatinan dari Desa Gunung Tanjung, Kecamatan Manonjaya, sempat dihubungi salah seorang pejabat Pemda Kabupaten Tasikmalaya. Menurut Aki Saftan, 50 tahun, masyarakat Tasikmalaya telah ingkar, tidak mau bersedekah. Dia mengusulkan seekor sapi dari Kroya, Jawa Tengah wajib dipotong oleh Bupati Tasikmalaya sendiri, kemudian dagingnya dan satu kuintal beras dibagi rata pada fakir miskin. "Galunggung wajib diberi tepung lawung," ucap Aki Saftan dengan sungguh-sungguh. "Kalau tidak, Tasikmalaya akan menjadi sagara (danau)," tambahnya. Pernah pula (20 Mei) sekitar seratus orang-orang datang ke Kampung Cikadu, Kecamatan Indihiang, Daerah Bahaya II. Mereka datang dari Bandung, Bogor, Cirebon, Sukabumi dan Ciamis dengan memakai delapan bis mini. Tepat tengah malam, malam Jumat Kliwon, 12 ekor domba dan seekor sapi yg mereka bawa disembelih di halaman masjid desa. Sebelum agenda penyembelihan diadakan semadi dan pembacaan doa. Hadir pula sekitar 300 penduduk setempat, sebagian besar pengungsi yg tinggal di bedeng darurat. Rombongan pendatang itu dipimpin oleh Aki Syamsu, yg bersumber dari Banten. Ia murid ajaran kebatinan Madrais, Cigugur, Kuningan. Tahun 1970-an, ajaran ini dilarang pemerintah, dan Aki Syamsu dikabarkan mendirikan ajaran Hikmaliyah, yg kemudian tahun 1980 juga dilarang. Lalu sebagian anggotanya mendirikan perkumpulan baru "Iktikad baik." Seminggu seusai agenda di Cikadu, seorang pendeta Budha bernama Adisurya membangun "makam mBah Galunggung" di rumahnya di Kompleks Pancasila, Tasikmalaya. Adisurya (terlahir Lai Khai Fong), 44 tahun, juga dikenal sebagai pakar tusuk jarum. Di depan rumahnya yg juga berfungsi sebagai kelenteng "Kue En She" didirikannya sebuah cungkup, berbentuk stupa, beratap sirap dengan lantai marmar putih. Ukurannya 4 x 4 meter. Di tahap tengah dibangun sebuah makam, dan di dekat "nisan" dipasang hio. Ada sepasang tempat pembakaran kertas di samping makam. Biaya pembangunan "makam": Rp 1,5 juta, bersumber dari kantung Adisurya sendiri. Menurut istrinya, tatkala bersemadi pada sebuah malam Adisurya mendapat ide supaya membangun makam mBah Galunggung di depan rumahnya itu. Upacara peresmiannya (17 Juni) dihadiri sekitar 50 orang, berjalan dari pukul 19.00 hingga 22.00. Dimulai dengan doa, disusul penanaman keris pusaka milik sang pendeta, lalu pemotongan tumpeng, upacara itu berfungsi "mengurung roh mBah Galunggung di makam itu," kata Ny. Adisurya. TAPI "makam" itu nyatanya tidak direstui oleh Walikota Tasikmalaya Oman Rusman. Bangunan itu kemudian diperintahkannya untuk dibongkar. Pendeta Adisurya kabarnya marah. Keris pusakanya dicabut lagi (11 Juli), begitu juga sebuah batu pusaka yg konon penolak bala. Roh mBah Galunggung, begitu kisah Ny. Adisurya, dikembalikan suaminya ke Gunung Galunggung. Dan kebetulan, dua hari kemudian Galunggung meletus lagi. Berbagai upacara gaib itu membikin was-was para pejabat agama. Departemen Agama lantas membentuk Tim Dakwah Penanggulangan Bencana Galunggung. Tapi upaya mistik, terbaru 26 Juli, tetap memikat perhatian. Tatang Permana, 40 tahun, pakar kebatinan dari Banyuwangi, Jawa Timur, hari itu naik ke kawah Gunung Jadi (anak Gunung Galunggung) dan menyerahkan sesajen berupa 40 butir telur ayam dan 40 cangkir kopi. Toh dua hari kemudian Galunggung meletus lagi, malah hingga tiga hari berturut-turut. Domba, sapi, keris, telur dan kopi rupanya terbuang percuma. Sejarah Gunung galunggung ?Menurut misteri, asal usul, Mitos Sejarah Gunung galunggung dimulai pada abad ke XII. Di tempat ini tersedia sebuah Rajyamandala (kerajaan bawahan)Galunggung yg berpusat di Rumantak, yg sekarang masuk dalam wilayah Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya. Tempat Sejarah Gunung galunggung merupakan salah satu sentra spiritual kerajaan Sunda pra Pajajaran, dengan tokoh pimpinannya Batari Hyang pada abad ke-XII. Saat pengaruh Islam menguat, sentra tersebut pindah ke daerah Pamijahan dengan Syeikh Abdul Muhyi (abad ke XVII) sebagai tokoh ulama panutan. Sumber prasasti Geger Hanjuang yg ditemukan di sana menyatakan bahwa pada tahun 1033 Saka atau 1111 Masehi, Batari Hyang membikin susuk/ parit pertahanan. Peristiwa nyusuk atau pembuatan parit ini berarti menandai adanya penobatan kekuasaan baru di sana (di wilayah Galunggung). Sementara naskah Sunda kuno lain merupakan Amanat Galunggung yg merupakan perpaduan naskah yg ditemukan di kabuyutan Ciburuy, Garut Selatan berisi petuah�petuah yg disampaikan oleh Rakyan Darmasiksa, penguasaGalunggung pada masa itu terhadap anaknya. Sementara Prabu Jaya Pakuan atau Bujangga Manik, seorang resi Hindu dari Kerajaan Sunda, Pakuan Pajajaran yg telah melakukan dua kali perjalanan dari Pakuan Pajajaran ke Jawa sempat menuliskan Galunggung dalam catatan perjalanannya. Namun demikian tidak tidak sedikit info tentang Galunggung yg didapat dari naskah ini. Sadatang ka Saung Galah, sadiri aing ti inya, Saung Galah kaleu(m)pangan, kapungkur Gunung Galunggung, katukang na Panggarangan,ngalalar na Pada Beunghar, katukang na Pamipiran. (Sesampai di Saung Galah berangkatlah aku dari sana ditelusuri Saung Galah, Gunung Galunggung di belakang saya, melalui Panggarangan, melalui Pada Beunghar, Pamipiran ada di belakangku.) Mengganggu Penerbangan British Airways-9 British Airways (BA) Penerbangan 009 merupakan sebuah penerbangan British Airways yg dimulai dari Heathrow, London menuju Auckland di Australia, dengan pemberhentian di Bombay, Madras, Kuala Lumpur, Perth, dan Melbourne. Pada 24 Juni 1982, rute ini dipakai oleh City of Edinburgh, nama sebuah 747-236B no registrasi G-BDXH. Pesawat tersebut terbang menuju awan abu gunung berapi dari letusan Gunung Galunggung dimalam hari, membikin seluruh mesin mati, dan mesin mati tersebut tidak diketahui kru darat alasannya terganggunya sistim radio. Ilustrasi pesawat jumbo jet Boeing 747 British Airlines penerbangan-9 dikala melalui awan debu. Terlihat debu panas gunung Galunggung menghantam badan pesawat dan membikin badan dan sayap terkesan berpendar dan bercahaya lalu debu Galunggung mematikan keempat mesinnya. Kejadian bermula seusai BA-9 transit di Kuala Lumpur selagi perjalanannya dari London. Kemudian pesawat melanjutkan penerbangan ke selatan, arah Auckland di Australia sebagi tujuan terakhirnya. Saat kejadian, pesawat telah berada di selatan pulau Jawa tahap baratnya, disekitar wilayah udara Pelabuhanratu, dan disaat itulah mesin mulai terganggu. Lalu mesin pesawat raksasa Boeing 747 tersebut mulai terganggu dan dengan cara tiba-tiba mati. Tak lama kemudian, diikuti oleh mesin kedua yg juga tiba-tiba mati. Hal itu diikuti oleh kedua mesin terbaru yg juga ikut mati. Maka akhhirnya keempat mesin pesawat itu semuanya mati tanpa diketahui oleh kapten dan krew, kenapa dan apa penyebabnya?! British Airways Flight-9 Kemudian kapten pilot mengambil keputusan untuk berbalik arah ke Jakarta dan mendarat darurat disana. Saat berbalik arah itulah keempat mesin Boeing akhirnya mati total, tidak mau dinyalakan kembali. Pesawat pun terbang tanpa satupun mesin yg menyala! Pesawat kemudian dialihkan oleh traffic air control ke bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan berharap supaya mesin mereka mampu menyala dan mendarat di sana. Pesawat ini akhirnya mampu keluar dari awan abu gunung Galunggung, dan menyalakan kembali mesin (walaupun gagal sekali lagi), dan mampu mendaratkan pesawat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma. Tak satupun orang-orang terluka. Hingga ada salah satu penumpang bernama Betty Tootell menuangkan pengalaman dramatisnya tersebut ke dalam sebuah buku berjudul “All Four Engines Have Failed“. Dan untuk mengenang momen tersebut, mereka semua seluruh penumpang dan krew pesawat akhirnya membentuk club yg mereka namai Galunggung Gliding Club. Club tersebut dibentuk tidak hanya untuk mengenang momen tersebut juga supaya sesama penumpang mampu tetap bekerjasama diantaranya sebagai bentuk rasa kesamaan pengalaman dan persaudaraan. Program Air Crash Investigation besutan National Geographic juga merekonstruksi momen yg sangat dramatis tersebut dengan judul Falling From The Sky melalui acara acaranya.

Sumber Artikel : https://sclm17.blogspot.com/2016/03/gunung-galunggung.html
Sejarah, Cerita, Legenda, Mitos, TOKOH, Situs

0 Response to "OBJEK WISATA GUNUNG GALUNGGUNG"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel